Kota Prabumulih

Membaca judul diatas tentu kita akan bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi, bagaimana upaya yang akan dan sedang dilakukan oleh pihak terkait, serta mungkin banyak lagi pertanyaan yang ada di benak kita. Mencermati judul diatas tentu harus kita sadari dahulu bahwa Narkoba sebagai salah satu dari 3 masalah utama di Indonesia selai Korupsi dan Terorisme, haruslah menjadi fokus utama kita dalam pencegahan dan pemberantasannya. Narkoba adalah musuh kita bersama, yang dapat merusak generasi muda sebagai generasi penerus bangsa ini. Memang bukanlah hal mudah, tetapi kita tidak hanya bisa tinggal diam dan berkata-kata. Oleh karena itu mari kita ikut serta secara serentak untuk menanamkan dalam pikiran kita bahwa narkoba adalah musuh besar yang harus pergi sejauh-jauhnya dari lingkungan kita.

Barang Bukti sabu

Kota Prabumulih sebagai Kota Perdagangan dan jasa dengan letak yang sangat strategis pada jalur perlintasan utama dari dan menuju Kota Palembang merupakan tempat ideal bagi para bandar, pengedar  maupun pemakai Narkoba. Sebagai mana dikutip dari harian Tribun News mengungkapkan bahwa Kota Prabumulih ternyata menjadi surga peredaran narkoba terbesar nomor dua di Sumsel setelah Palembang. Selain berada di perlintasan, kota ini juga punya lokalisasi yang biasa jadi sarang peredaran dan pemakaian narkotika.

 
Berdasarkan  trend perkembangannya dilihat dari jumlah barang bukti hasil operasi pemberantasan narkotika oleh Kepolisian Resort Kota Prabumulih antara tahun 2009 – 2011 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Tahun 2009 BB bukti berupa sabu dari tangan para tersangka didapati 6 paket kecil dan 96,2 gram sabu beserta 305 butir ekstasi, sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 165,5 gram sabu ditambah 3563 butir ekstasi. Berdasarkan data yang diterima dari Polresta Prabumulih yang telah mengadakan operasi Antik (Anti Narkotika) beberapa waktu lalu, berhasil diamankan 15 orang tersangka. Ke-15 tersangka itu baik sebagai konsumen, pengedar serta kurir narkoba. Selain tersangka, Polres juga mengamankan barang bukti baik narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi dan ganja. Dengan penangkapan itu menunjukan terjadi peningkatan pengungkapan kasus narkoba dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu hanya 12 kasus dengan 9 tersangka, tahun ini Polres Prabumulih berhasil mengungkap 11 perkara dan 15 tersangka.Berdasarkan data diatas maka dapat di kategorikan bahwa Kota Prabumulih saat ini rawan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika.

Saat ini BNN Kota Prabumulih sejak resmi berada di Kota Prabumulih pada awal 2012 lalu mulai melakukan beberapa upaya untuk Pencegahan Pemberantasan Penanggulangan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)  sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009. Beberapa upaya yang dilakukan adalah penyuluhan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba dan penanggulangannya melalui berbagai media yang ada di kota ini, serta melakukan advokasi pada berbagai pihak terkait guna lebih mensosialisasikan P4GN hingga lingkungan pemerintah dan swasta. Untuk itu kami berharap dukungan dan peran serta segenap lapisan masyarakat bekerja bersama bahu membahu dalam membersihkan Kota Ini dari Narkoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s